Judul : Kitap Cinta
Yusuf Zulaikha
Penulis : Taufiqurraham
Al-Azizy
Terbitan : Global
Aksara Communication SDN BHD
ISBN : 979-963-380-x
Tahun: 2011
Asal terbitan Diva
press, Jogyakarta
Cetakan ke xvii
Taufiqurrahman
al-Azizy, asli orang Indonesia, Jawa Tengah, lahir 9 Desember 1975. Pernah
nyantri di pesantren Ilmu al-Quran “Hidayatul Qur’an” yang diasuh oleh K.H.
Drs. Ahsin Wijaya al-Hafidz, M.A. namanya melejit setelah menerbitkan trilogy
novel spiritual “makrifat cinta” yang terdiri dari Syahadat Cinta, Musafir
Cinta, Makrifat Cinta. Dalam novel Kitap Cinta Yusuf Zulaikha ini, penulis
mengeksplorasi rahasia keagungan cinta dengan berbasis salah satu kisah factual
yang diabadikan dalam al-Quran dengan kontekstualisasi pada kehidupan masa
kini.
Dalam
novel ini adalah kisah mengenai sekumpulan penuntut di universiti membuat
kajian diclesa Telagasari, tentang kehidupan masyarakat kampung. Zulaikha
merupakan salah seorang penuntut yang terlibat. Manakala Yusuf pula seorang
pemuda desa yang dibesarkan dengan serba kekurangan. Kematian ibunya sewaktu
masih kecil. Dia dibesarkan oleh bapanya Yaakub, yang mendidiknya dengan penuh
kasih sayang dan pendidikan Islam yang sempurna.
Yusuf
membesar menjadi pengembala kambing ayahnya dilereng bukit, dan mempunyai wajah
yang sangat menarik, serta tubuh yang seenaknya sebagai penduduk desa. Dia
seringkali mendekatkan diri dengan Allah swt, dan sejak kecil diajar dengan
budi pekerti yang mulia. Dia menjadi idaman gadis-gadis desa dengan perwatakan
dan keterampilannya yang menarik. Umar pula sahabat baiknya, merupakan anak
ketua kampung yang sedang belajar di universiti di kota. Umar akan sentiasa
membelikan Yusuf buku-buku yang menarik, yang mana Umar sendiri tidak minat membacanya,
cuma minat membelikannya untuk Yusuf, yang dia tabu tidak mampu membeli
Kitabkitab Islami yang menarik.
Yusuf,
membaca dan mendalami ilmu dari bahan bacaan yang diperolehi, di samping
mendengar cerita-cerita yang dikisahkan Umar setiapkali Umar pulang ke desa.
Pertemuan antara Zulaikha dan Yusuf bermula di rumah Yusuf, apabila kumpulan
Zulaikha datang ke rumah Yusuf untuk berbual mesra dengan penduduk kampung.
Dari situ Zulaikha cuba menafikan hatinya yang sudah mula terpaut dengan hati
budi serta wajah Yusuf. Manakala Yusuf pula hanya melayan secara biasa-biasa
sahaja pada mereka.
Dalam
pada yang sama, jiran Yusuf, rakan sepermainannya sewaktu kecil, Atikah pula
menaruh hati pada Yusuf. Pada suatu malam, Atikah telah mencerobohi rumah
Yusuf, dan memaksa Yusuf menyentuhnya. Yusuf berlari keluar, dan ayahnya
mengusir Atikah dari rumah mereka. Keesokkan harinya tersebarlah fitnah dari
keluarga Atikah mengenai insiden tersebut. Umar memujuk Yusuf untuk bersabar,
tetapi Yusuf nekad untuk berhijrah ke kota, demi maruah diri dan ayahnya.
Dengan
berbekalkan wang yang diberikan oleh Umar, Yusuf memohon restu dari ayahnya,
lalu berhijrah ke kota. Bermulalah episod kesusahan Yusuf di kota. Hanya
berserah kepada Allah swt dan bertawakkal kepadaNya, Yusuf menumpang di sebuah
masjid, dan memohon kepada Imam dan penjaga masjid untuk tidur di situ. Imam
dan penjaga masjid pada mulanya ragu-ragu dengan Yusuf, tetapi setelah
melihatkan Yusuf yang bersolat jemaah setiap waktu serta mengaji dan taat
dengan aturan di masjid, akhirnya Yusuf diberi peluang menjadi muezzin di situ.
Kitap
Cinta Yusuf Zulaikha, inilah novel spiritualitas cinta dan iman yang berbasis
kisah Al qur’an. Yang telah dieksplorasi kedalam beragam karakter hidup,
pengalaman dan perilaku umat kontemporer. Sebuah mahakarya novelis muslim yang
terkemuka pada saat ini yang berhasil membangkitkan ranah sastra religious
Indonesia.
Buku
ini sangat kreatif mengekplorasi khasanah kisah dalam alquran, pada kehidupan
masa kini. Sekali anda membuka novel ini anda akan sulit berhenti. Critanya
penuh filsafah, alurnya memikat, settingnya kuat, karakter tokoh-tokohnya
mengakar kuat dalam kemelut konflik cinta yang menggemuruh.
