Nama : Ayu Sartiningsih
NIM : A 310110126
Kelas
: C
MORFOLOGI
Pengertian
morfologi
Morfologi adalah
tataran linguistik yang mempelajari tentang kata, seluk-beluk morfem.
Dalam
morfologi ini akan membicarakan tentang bagaimana cara menentukan sebuah bentuk
adalah morfem atau bukan, bagaimana cara morfem itu berproses menjadi kata,
yaitu satuan terkecil dari kata.
A.
Morfem
Tata
bahasa tradisonal tidak mengenal konsep maupun istilah morfem, sebab morfem
bukan merupakan satuan dalam sintaksis, dan tidak semua morfem mempunyai makna
secara filosofis.
Identifikasi
morfem
Untuk
menentukan sebuah satuan bentuk adalah morfem atau bukan, kita harus
membandingkan bentuk tersebut dalam kehadiranya dengan bentuk-bentuk lain.
Untuk
menentukan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan, kita harus mengetahui atau
mengenal maknanya.
Perhatikan
contoh berikut.
a.Menelantarkan
b.Telantar
c.lantaran
kita
lihat meskipun bentuk lantar terdapat berulang-ulang pada daftar tersebut
tetapi bentuk lantar tersebut bukanlah sebuah morfem karena tidak ada maknanya.
B. Morf
dan alomorf
Bentuk-bentuk
realisasi yang berlainan dari morfem yang sama itu olomorf. Dengan perkataan
lain, alomorf adalah perwujudan konkret dari sebuah morfem. Jadi setiap tentu
mempunyai alomorf, entah itu dua atau juga enam. Selain dapat dikatakan yang
sama. Morf adalah nama untuk semua nama bentuk yang belum diketahui statusnya.
Sedangkan alomorf nama untuk bentuk tersebut jika sudah diketahui status
morfemnya.
C. Klasifikasi
morfem
1. Morfem
bebas dan morfem terikat
Morfem bebas adalah
adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam petuturan,
sedangkan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dahulu denngan
morfem yang lain tidak dapat muncul dalam petuturan.
2. Morfem
utuh dan morfem terbagi
Morfem terbagi adalah
sebuah morfem yang terdiri dari dua buah yang terpisah.
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.